I. Strategi
Strategi, secara umum dapat diartikan sebagai suatu cara, dimana untuk mencapai tujuan dibutuhkanlah strategi (cara) tertentu. Begitu juga perusahaan di dalam mencapai tujuannya akan menggunakan strategi-strategi tertentu sesuai dengan situasi dan kondisinya.
Secara garis besar, strategi perusahaan dikelompokkan sebagai berikut :
1. Integrations Strategies
a. Forward Integration
b. Backward Integration
c. Horizontal Integration
2. Intensive Strategies
a. Market Penetration
b. Market Development
c. Product Development
3. Diversification Strategies
a. Related Diversification
b. Unrelated Diversification
4. Defensive Strategies
a. Retrenchment
b. Divestiture
c. Liquidation
Berikut adalah contoh untuk masing-masing strategi perusahaan yang terjadi di Indonesia dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2009.
II. Integrations Strategies
a. Forward Integration
Strategi ini dilakukan oleh perusahaan dengan mencari kepemilikan atau meningkatkan kontrol atas distributor atau pengecer.
Contohnya di Indonesia:
1. Tahun 2008, PT Agis Tbk, melalui anak perusahaannya Agis Elektronik, mengakuisisi perusahaan distributor seluler yang berbasis di Singapura, Comstar Mobile Pte Ltd, dengan nilai Rp 500 miliar.
Dana akuisisi akan diperoleh dari right issue (penerbitan saham baru) tahap III yang telah dijalankan beberapa waktu lalu. Akuisisi tersebut bernilai sekitar Rp 500 miliar.
Akuisisi tersebut sesuai dengan strategi bisnis perseroan untuk memperluas jalur distribusi dan memperbesar produk sekarang. Namun tidak digambarkan dampak akuisisi terhadap pendapatan.
Comstar Mobile merupakan perusahaan berbasis Singapura yang mendistribusikan produk Nokia, Samsung, Sony Ericsson, dan Alcatel. Dengan pasar Asia Pasifik, Comstar membukukan pendapatan US$ 500 juta per tahun.
2. Tahun 2009, PT Indika Energy Tbk (INDY) mengakuisisi 81,95 persen saham PT Petrosea Tbk (PTRO) senilai US$ 83,8 juta pada hari ini, 6 Juli 2009.
INDY mendapat persetujuan pemegang saham atas rencana akuisisi 81,95 persen saham PTRO senilai US$ 83,8 juta pada RUPS yang digelar pada 17 Juni 2009. Pemegang saham juga menyetujui pelaksanaan penawaran tender untuk seluruh sisa saham PTRO yang dimiliki publik.
Setelah finalisasi transaksi hari ini, pendapatan PTRO akan dikonsolidasikan 50-100 persen ke perseroan. Pendapatan Indika pada 2009 diproyeksikan mencapai US$ 170-180 juta. Sementara, PTRO diperkirakan mencapai US$ 120 juta.Mengenai rencana tender offer sisa saham publik PTRO, INDY menyiapkan dana sebesar US$ 18 juta. Realisasi tender offer akan dilaksanakan pada triwulan III-2009.
INDY dan Clough Ltd (induk usaha PTRO) telah menandatangani perjanjian jual beli atas akuisisi 81,95 persen saham PTRO senilai US$ 83,8 juta pada 26 Februari 2009.
Total dana yang disiapkan INDY untuk akuisisi 100 persen saham PTRO sebesar US$ 102 juta. Untuk akuisisi 81,95 peren saham PTRO sudah sebesar US$ 83,8 juta. Sisa dananya akan digunakan untuk tender offer.
b. Backward Integration
Strategi ini dilakukan oleh perusahaan dengan mencari kepemilikan atau meningkatkan kontrol atas pemasok perusahaan
Contohnya di Indonesia:
1. Pada tahun 2009, Akuisisi atau pengambil alihan Pabrik Kertas Padalarang di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri).
Proses akuisisi atau pengambil alihan Pabrik Kertas Padalarang di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) ditargetkan tuntas pada Oktober 2009 mendatang.
Perum Peruri siap mengucurkan modal kerja bagi Pabrik Kertas Padalarang sebagai investasi awal senilai Rp37 miliar. Pabrik Kertas Padalarang yang merupakan pabrik kertas pertama di Indonesia itu tidak lagi beroperasi sejak 2008.
Setelah proses akuisisi tuntas, Perum Peruri akan langsung mengoperasikan pabrik kertas itu, dengan target untuk memenuhi seluruh kebutuhan kertas bagi Perum Peruri. Salah satunya untuk membuat dan memproduksi "security paper" untuk cukai, paspor bahkan bahan baku pembuatan uang kertas. Ke depan akan dipakai untuk memproduksi security paper. Sebelumnya kertas kebutuhan Perum Peruri dipasok Pabrik Kertas Padalarang ini. Dari sisi sejarah dan spesifikasi kebutuhan proses akuisisi ini tepat.
2. Pada tahun 2009, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyelesaikan akuisisi BUMN perkapalan PT Bahtera Adiguna.
Setelah tertunda tahun lalu, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) bertekad menyelesaikan akuisisi BUMN perkapalan PT Bahtera Adiguna tahun ini. PLN juga sudah memberikan dana talangan ke Bahtera Adiguna.
PLN baru bisa memberikan dana talangan sekitar Rp 30 miliar agar Bahtera Adiguna bisa beroperasi. Dana talangan itu berasal dari internal PLN.Jika PLN sudah merampungkan akuisisi ini, akan berdampak sangat besar bagi perusahaan karena PLN banyak membutuhkan angkutan logistik antara lain batubara.
PLN sendiri sudah punya angkutan anak perusahaan batubara. Jadi kalau ini dikawinkan PLN punya anak perusahaan batubara dan punya armada angkutan batubara berarti lock circle dengan jaminan pasokan jadi terpenuhi.
c. Horizontal Integration
Strategi ini dilakukan perusahaan dengan mencari kepemilikan atau meningkatkan kontrol atas pesaing
Contohnya di Indonesia:
1. Pada tahun 2008, Carrefour telah mengakuisisi 75 persen saham PT Alfa Retailindo Tbk.
Seperti belum puas merentangkan jaringan pasar dan adu tanding dalam berebut konsumen lokal,manajemen Carrefour menyambut baik peluang pasar dengan diakusisinya 75% saham Alfa oleh Carrefour, beberapa gerai, tepatnya 17 gerail, akan berubah nama menjadi Carrefour Express.
Carrefour Express sendiri adalah format Supermarket yang dimiliki oleh Carrefour, disamping format Hypermarket yang sebelumnya telah dikenal luas dengan nama Carrefour. Sebenarnya total gerai yang dimiliki Alfa saat dibeli oleh Carrefour adalah 29. Tetapi beberapa gerai luasnya kurang dari 3.500 meter persegi. Dan ini kurang memenuhi syarat untuk disebut sebagai Hypermarket. Oleh karena itu gerai-gerai tersebut dibranding dengan nama Carrefour Express. Sisanya dengan nama Carrefour.
2. Pada tahun 2008, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengakuisisi 100% saham PT Bank UIB (Utama Internasional Bank)
BCA akan menjadikan Bank UIB sebagai bank syariah. BCA berharap proses akuisisi ini akan selesai paling lambat awal tahun 2009 yaitu setelah memperoleh persetujuan dari pemegang saham dan Bank Indonesia. BCA dan Bank UIB telah menandatangani perjanjian pengikatan jual beli pada 24 Oktober 2008. Bank UIB adalah yang masuk kategori bank kecil dengan aset Rp 665,7 miliar. Proses konversi Bank UIB menjadi bank syariah akan dilakukan setelah proses akuisisi rampung dan memerlukan waktu paling lambat 1 tahun.
Hal ini sesuai dengan upaya BCA memperkuat posisinya sebagai bank transaksi utama di Indonesia serta wujud komitmen BCA untuk berpartisipasi aktif tercapainya industri perbankan nasional yang sehat dan kuat. Bank UIB memiliki portofolio kredit hingga Juni 2008 sebesar Rp 462,2 miliar serta dana pihak ketiga Rp 553,6 miliar. Saat ini Bank UIB memberikan layanan kepada nasabah melalui 5 kantor cabang dan 7 kantor kas.
III. Intensive Strategies
a. Market Penetration
Strategi ini dilakukan dengan meningkatkan pangsa pasar untuk produk/ jasa saat ini di pasar melalui usaha pemasaran yang lebih besar
Contohnya di Indonesia:
1. Pada tahun 2009, PT Indosat sebagai pemegang merek dagang IM3 melakukan promosi dengan IM3 Mobile Academy
Liburan sekolah merupakan saat bagi Indosat untuk menyiapkan sejumlah program menarik bagi para pelanggannya.
IM3, yang memang banyak digunakan oleh para pelajar pun mendapat giliran merasakan program menarik Indosat. Salah satunya adalah IM3 Mobile Academy. IM3 Mobile Academy merupakan sebuah acara liburan seru dan groov3y (baca : grufi) bagi para anak muda yang menjadi target utama brand IM3, khususnya bagi para pelajar SMU dari seluruh Indonesia yang berusia 15 hingga 17 tahun. Ini semua merupakan usaha Indosat dalam melakukan penetrasi pasar atas produknya yaitu IM3
2. Pada tahun 2009, PT Holcim memperkuat penetrasi pasar dengan menawarkan sistem waralaba.
Untuk menguatkan penetrasi pasar, PT Holcim Beton juga menawarkan sistem waralaba kepada produsen beton lokal. Pola ini akan sangat menguntungkan bagi investor yang menjadi mitra Holcim . Pasar beton di Indonesia masih sangat potensial, seperti halnya semen curah. Model waralaba ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan penetrasi pasar Holcim Beton di pasar domestik.
Para investor yang berminat pada sistem waralaba dapat menyediakan beton jadi kepada para konsumen di daerah. Dalam proses itu, investor waralaba akan mendapat pendampingan dari Holcim Beton, termasuk dalam hal kendali mutu ISO 9001.
Rerata investasi mencapai Rp3,5 miliar, berdasarkan investasi tersebut, investor dapat memroduksi beton hingga 24.000 m3 per tahun.
b. Market Development
Strategi ini dilakukan dengan memperkenalkan produk/ jasa saat ini ke area geografis yang baru
Contohnya di Indonesia:
1. Pada tahun 2009, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) masuk pasar farmasi di Afrika dan Asia Tenggara.
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dikabarkan bakal masuk pasar farmasi di Afrika dan Asia Tenggara pada 2009.Perseroan saat ini sedang gencar membidik pasar farmasi dan obat-obatan di mancanegara. Seperti di Afrika, Kalbe sedang membangun pabrik farmasi untuk meningkatkan jaringan dan distribusi obat-obatan merk perseroan.Setelah Afrika, KLBF juga akan bangun pabrik atau bentuk usaha baru di negara Asia Tenggara. Perseroan saat ini sedang membangun pabrik obat bebas (over the counter/OTC) di Afrika, setelah perseroan berhasil membentuk perusahaan pantungan (joint venture) dengan perusahaan farmasi lokal di sana.
2. Pada tahun 2009, PT Natrindo Telepon Seluler selaku pemegang brand AXIS memperluas jangkauannya ke Jember.
AXIS memperkuat reputasinya sebagai operator GSM dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia dengan memperluas jangkauan ke Jember dan kota-kota di sekitarnya. Peluncuran layanan ini akan memungkinkan tiga juta orang di area tersebut untuk dapat menikmati berbagai layanan dan penawaran unik AXIS dengan struktur tarif yang terjangkau, sederhana, dan jujur.
Misi AXIS adalah menjadikan GSM terjangkau bagi semua masyarakat Indonesia. Oleh karenanya, kami terus memperluas wilayah jangkauan kami secara agresif, termasuk di wilayah Jawa Timur. Salah satunya dengan meluncurkan layanan AXIS ke Jember dan kota-kota di sekitarnya, termasuk sebagian Lumajang dan Probolinggo.
c. Product Development
Strategi ini dilakukan dengan meningkatkan penjualan melalui perbaikan produk/ jasa saat ini atau mengembangkan produk/ jasa baru
Contohnya di Indonesia:
1. Pada tahun 2008, PT Pertamina meluncuran produk baru MFO (Marine Fuel Oil) 380 cst (centi stoke)
Tahun 2008 ini, Pertamina menargetkan mampu memasarkan MFO 380 cst sebesar 500.000 KL, dan dalam 5 tahun ke depan mampu menguasai 10 persen market share di Selat Malaka yang selama ini dikuasai oleh Singapura. Produk baru MFO 380 cst ini merupakan hasil kerja sama antara PT Pertamina (Persero) dengan PT Patra Niaga, salah satu anak perusahaan Pertamina.
2. Pada tahun 2009, PT Sido Muncul memasarkan produk terbaru Kuku Bima Kopi Ener-G.
Sido Muncul berupaya memasarkan produk terbaru Kuku Bima Kopi Ener-G. Dilepasnya produk terbaru dalam bentuk kopi sachet tersebut juga sebagai upaya untuk memperluas jangkauan pasar Sido Muncul dan menyesuaikan keinginan serta kebutuhan masyarakat.
Minat masyarakat terhadap minuman sachet saat ini cukup tinggi. Hal itu membuat potensi pasar minuman kopi sachet Kuku Bima Kopi Ener-G yang dikenalkan sejak awal Pebruari 2009 dipastikan cukup besar.
IV. Diversification Strategies
a. Related Diversification
Strategi ini dilakukan dengan menambahkan produk/ jasa baru yang masih berkaitan dengan produk/ jasa lama
Contohnya di Indonesia:
1. Pada tahun 2008, PT Optima Kharya Capital Management (OKCM) meluncurkan produk reksadana berlabel halal alias syariah.
Diversifikasi produk, boleh jadi merupakan salah satu cara untuk menjaring potensi pasar investor reksadana. Nah, ini pula yang melatarbelakangi PT Optima Kharya Capital Management (OKCM) ketika meluncurkan produk reksadana berlabel halal alias syariah.
Produk-produk tersebut mereka beri nama Optima Campuran Syariah dan Optima Obligasi Syariah. Sebenarnya, kedua produk ini telah mendapat izin efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada awal bulan November 2008 lalu.
2. Pada tahun 2008, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) resmi mengakuisisi 68,57% saham PT Indolakto senilai US$350 juta. Akuisisi tersebut dilakukan setelah perseroan mengambil alih 100% saham Drayton Pte Ltd melalui Pastilla Investment yang memiliki 68,57% saham di PT Indolakto.
Indolakto merupakan produsen susu dan produk berbasis susu, seperti beragam jenis susu, mentega, dan es krim. MerEk yang diusung Indolakto antara lain adalah Indomilk, Cap Enaak, Tiga sapi, Orchid Butter, dan Indoeskrim. Perseroan telah menunjuk PT Kim Eng Securities sebagai penasihat keuangan perusahaan dalam akusisi tersebut.
Indofood berinvestasi di industri susu karena masih sangat prospektif. Pasalnya, konsumsi susu per kapita di dalam negeri masih rendah jika dibanding dengan negara tetangga. Di sisi lain, konsumsi susu domestik juga meningkat dalam lima tahun terakhir. Akuisisi juga menjadi upaya diversifikasi industri makanan perusahaan ke industri dairy. Indolakto merupakan produsen dairy yang signifikan dan telah dikenal. Akuisisi akan memberi kemudahan bagi perseroan untuk masuk ke industri dairy dengan pangsa pasar dominan di Indonesia.
b. Unrelated Diversification
Strategi ini dilakukan dengan menambahkan produk/ jasa baru yang tidak berkaitan dengan produk/ jasa lama
Contohnya di Indonesia:
1. Pada tahun 2008, PT Hanson Internasional Tbk (MYRX) menambah kepemilikan sahamnya di anak usahanya, PT Hanson Energy untuk mengkonsentrasikan bidang usaha barunya di sektor pertambangan dan energi
Sektor energi dan pertambangan batubara merupakan bidang usaha baru MYRX, menyusul dilepaskannya 99,99% saham perseroan di PT Primayudha Mandirijaya (PM), anak usaha yang bergerak di bidang pertekstilan.
Sektor energi dan pertambangan batubara merupakan bidang usaha baru MYRX, menyusul dilepaskannya 99,99% saham perseroan di PT Primayudha Mandirijaya (PM), anak usaha yang bergerak di bidang pertekstilan.
Dalam masa transisi MYRX akan melakukan kegiatan usaha perdagangan dan pertambangan batubara, serta meningkatkan kemampuan di bidang operasional perdagangan batubara.
Hanson Energy telah memperoleh tender pengadaan batubara LRC (Low Rank Coal) berkualitas rendah dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), untuk memasok 6 (enam) PLTU senilai Rp 28 triliun. Saat ini Hanson Energy memiliki lahan tambang di 10.000 hektar lebih dengan cadangan 150 juta ton. Saat ini Hanson sedang melakukan kegiatan eksplorasi secara detail dan terintegrasi yang biasa disebut dengan JORC (Joint Ore Resources Committee) Resources and Reserves Project.
Hanson Energy telah memperoleh tender pengadaan batubara LRC (Low Rank Coal) berkualitas rendah dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), untuk memasok 6 (enam) PLTU senilai Rp 28 triliun. Saat ini Hanson Energy memiliki lahan tambang di 10.000 hektar lebih dengan cadangan 150 juta ton. Saat ini Hanson sedang melakukan kegiatan eksplorasi secara detail dan terintegrasi yang biasa disebut dengan JORC (Joint Ore Resources Committee) Resources and Reserves Project.
2. Pada tahun 2008, PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) masuk ke bisnis telekomunikasi.
Perusahaan jasa konstruksi, PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) mempunyai rencananya mengambilalih PT Asia Mobile, operator seluler 3. Pelaku pasar mempertanyakan kenapa Truba berani bermain di seluler yang pasarnya sudah disesaki banyak investor.
Namun rupanya Truba sedang melakukan ekspansi besar-besaran di sektor infrastruktur termasuk telekomunikasi. Ekspansi infrastruktur memang merupakan strategi utama bisnis perseroan di masa mendatang, terutama untuk menciptakan penguasaan bisnis yang komprehensif di bidang ini.
V. Defensive Strategies
a. Retrenchment
Strategi ini dilakukan dengan mengelompokkan ulang melalui pengurangan biaya dan aset terhadap penurunan penjualan dan laba
Contohnya di Indonesia:
1. Pada tahun 2008, PT Indonesia Air Transport Tbk (IATA) Menjual Beberapa Pesawat dan Asset Tidak Produktif Untuk Efisiensi
Pada bulan April 2008, Perusahaan menjual 1 pesawat jenis Bell 212 ke PT Cheysia Aurelia (dahulu PT Cahaya Utama Delapan Belas) dengan harga Rp 13.825.500 dan telah dibayar sepenuhnya.
Pada bulan Desember 2007, Perusahaan menjual 1 pesawat jenis Bell 212 ke PT Cahaya Utama Delapan Belas dengan harga Rp 13.126.400. Perusahaan telah menerima pembayaran sebesar Rp 1.500.000 sehingga piutang atas penjualan pesawat tersebut tanggal 31 Desember 2007 sebesar Rp 12.929.828 termasuk Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp 1.303.428
2. Pada tahun 2009, Hindari PHK, Maspion kurangi jam kerja, jumlah pekerja kontrak dan pinjaman.
Kelompok usaha Maspion yang memiliki belasan pabrik di Sidoarjo dan sekitarnya akan segera mengurangi jam kerja. Maspion juga akan mengurangi jumlah pekerja kontrak dan pinjaman.
Mulai pertengahan Januari, Maspion hanya akan bekerja 5 hari seminggu. Para pekerja juga tidak diizinkan lembur untuk sementara waktu. Untuk pekerja kontrak dan pinjaman, perlahan akan dikurangi. Langkah ini bisa menekan biaya operasional.
Dengan pemangkasan itu, setidaknya kelompok usaha tersebut bisa mengurangi beban upah. Perusahaan dengan pekerja ribuan orang di belasan pabrik itu membutuhkan biaya besar untuk upah. Kebijakan itu tetap dipertahankan meski harga BBM sudah turun.Demikian pula harga dasar listrik yang rencananya akan segera diturunkan juga.
b. Divestiture
Strategi ini dilakukan dengan menjual satu divisi atau bagian perusahaan
Contohnya di Indonesia:
1. Pada tahun 2008, Divestasi PT Newmont Nusa Tenggara untuk periode 2008 dan 2009
Newmont masih kebingungan dengan proses divestasi yang dijalaninya. Apakah masih dengan pemerintah atau sudah dengan pihak swasta. Karena jika negosiasi sudah memasuki tahap dengan swasta, maka harga saham divestasi bisa berubah, bisa juga tidak. Namun, Simon menegaskan, dengan siapapun negosiasi berlangsung. Harga saham divestasi tidak boleh lebih tinggi dari yang sudah ditetapkan.
PT Aneka Tambang (ANTM) siap membeli 14% saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara untuk periode 2008 dan 2009. Perseroan masih menunggu hasil negosiasi pemerintah dengan Newmont.ANTM masih berminat untuk membeli saham divestasi Newmont untuk periode 2008 sebesar 7% dan periode 2009 sebesar 7%.
2. Pada tahun 2008, PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) menjual anak perusahaannya ke Mittal Group. Global Medika (IGM).
PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) berencana akan menjual anak perusahaannya ke Mittal Group. CTBN rencananya akan menjual dua anak perusahaannya yaitu, NSCT Premium Tubulars BV dan NC Connection Technology Pte Ltd ke Arcellor Mittal pipes and tubes Holding BV,masing-masing sebesar 75%. Rencana ini akan menunggu persetujuan pemegang saham pada RUPSLB tanggal 25 Februari 2008.
CTBN mempunyai 4 alasan utama dalam menjual anak perusahaan tersebut. Pertama, perseroan membutuhkan dana untuk melakukan ekspansi khususnya dalam membeli bahan baku pipa dan memperluas daerah pemasaran. Apalagi permintaan akan baja diperkirakan akan meningkat. Kedua, Mittal Group adalah produsen Baja terbesar di dunia yang memiliki cakupan produk dan pemasaran yang luas diseluruh dunia. Ketiga ialah CTBN akan mendapatkan bahan baku baja dan pengembangan pemasaran dari Mittal Group. Keempat, CTBN akan dapat menggunakan fasilitas riset dan development guna meningkatkan kinerja perseroan
c. Liquidation
Strategi ini dilakukan dengan menjual seluruh aset perusahaan, sepotong-sepotong, untuk nilai riilnya
Contohnya di Indonesia:
1. Pada tahun 2008, Bank Mandiri melikuidasi PT. Bank Paribas dan PT. Bank Indovest.
Bank Mandiri mengharapkan proses likuidasi terhadap 3 bank dalam likuidasi (BDL) yakni PT Bank Paribas, PT Bank Indovest dan PT Bank Merincorp akan selesai dalam tahun ini.Ketiga bank itu, semula sahamnya dimiliki Bank Mandiri namun akhirnya dilikuidasi karena kondisi keuangannya yang memberatkan perseroan
Khusus untuk likuidasi Bank Merincorp, masih terganjal mengenai aset tanah sekitar Rp 2 miliar di Malang, sementara di dua bank lainnya Bank Mandiri belum menyelesaikan piutang.
Bank Mandiri selaku ultimate shareholder akan segera menyelesaikan proses likuidasi sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku.
2. Pada tahun 2009, Bank Indonesia melikuidasi Bank IFI, PT (Indonesian Finance and Investment Company)
Bank Indonesia kembali melikuidasi salah satu bank swasta di tanah air. Adalah Bank IFI sejak Jumat (17/04) dinyatakan telah dilikidasi oleh BI. Perizinan bank swasta itu dicabut BI karena dinilai telah gagal memenuhi ketentuan kesehatan perbankan yang disyaratkan dan ditetapkan. Mulai dari kesehatan aset cair hingga rasio kredit macet yang masuk kategori sangat tinggi, yakni tolok ukur rasio di atas lima persen.
Dampak dari penglikuidasian Bank IFI tersebut adalah terjadinya proses Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) seluruh karyawan bank tersebut. Bank IFI kini diambil alih oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang bertugas untuk memverifikasi rekening nasabah serta mengumumkan siapa yang layak dibayar dalam 90 hari. LPS juga membubarkan badan hukum bank, membentuk tim likuidasi, dan menonaktifkan seluruh direksi serta komisaris.
No comments:
Post a Comment